Jumat, 04 April 2014

Holiday at Bontang !

Di Bontang, Kaltim ada sebuah pulau cantik bernama Pulau Beras Basah
Pada saat liburan semester 1 kemaren aku bersama teman-temanku pergi ke Pulau Beras Basah
Waktu tempuh dari Kota Samarinda ke Kota Bontang hingga di Pelabuhan Tanjung Laut juga kurang lebih 3 jam. Sedangkan untuk mencapai Pulau Beras Basah dari Pelabuhan Tanjung Laut, dibutuhkan waktu kurang lebih 45 menit.
Saat perjalanan ke Pulau Beras Basah kami menaiki perahu motor, dan apesnya saat kami datang gelombang sedang tinggi dan ombaknya sangat menakutkan.
Puji Tuhan kami tiba dan pulang dengan selamat. Perjalanan yang amat menegangkan :)


Baru nyampe ......



 Foto-foto sepuasnyaaaaa :3






Indahnya warna biru laut Pulau Beras Basah :)








Karena Perbedaan Yang Menjadikan Kita Lengkap :)

Kadang aku berpikir. Kenapa kepercayaan ku berbeda dengan orang lain? Kenapa aku terlahir dengan kepercayaan yang berbeda dengan orang lain?
Kenapa aku ga ibadah 5 waktu, berpuasa sebulan penuh, dll. Aku memandang luas betapa sepinya jalan raya ketika pertengahan hari pada hari jumat. Aku merasa minoritas.

Aku memandang lagi, yang kulihat para wanita yang cantik dan modis memakai kain yang menutupi ramput, kepala, dan bagian dadanya. Betapa cantik, betapa anggun mereka memakai kain itu.
Dan kurasakan saat ku mulai memulai hubungan dengan seorang lelaki dari kaum mayoritas itu. Betapa senang aku untuk mengingatkannya sejenak menyisihkan waktunya untuk beribadah. Sayangnya aku tak mengerti dengan kepercayaan mereka. Aku tak tau waktu-waktu untuk dia beribadah. Aku Cuma tau satu waktu. Dan maafkan jika aku tak mengingatkanmu karena aktivitas ku yang menyibukkan atau pun karena penyakit lupa ku. Begitu pula denganmu, kamu selalu mengingatkan ku untuk pergi beribadah setiap minggunya. Kamu melarangku memegang hp saat aku beribadah. Kita saling menghargai, kita saling melengkapi. Aku tersenyum, dalam hati ku bergumam “karena perbedaan itulah yang menjadikan kita lengkap

TUHAN MEMANG SATU, KITA YANG TAK SAMA. Dan aku sadar, bagaimana pun tidak akan  mungkin kami bersatu. Kita tak sama, meskipun perbedaan itu indah tapi kenyataannnya terlalu bertolak belakang. Kamu menganggap haram hewan yang sangat ku sayangi, dan masih banyak hal lain.

Tersadar, aku terlahir sedemikian sempurna tanpa kurang suatu apapun. Aku harus bersyukur  Yang Maha Kuasa. Aku tak boleh berpaling, kepercaayaanku akan tetap dan tak akan berubah.
Dan satu hal lain yang tak akan berubah adalah aku tetap menyayangimu.